JAKARTA — PT PLN (Persero) secara resmi menggandeng Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) untuk memperkuat keandalan pasokan listrik berskala nasional. Sinergi ini ditujukan untuk mengamankan akuntabilitas PLN dalam menjalankan berbagai program strategis pemerintah, khususnya pada sektor ketenagalistrikan dan kedaulatan energi.
Kepala Bappisus, Aris Marsudiyanto, dalam arahannya di Kantor Pusat PLN, Jakarta, pada Kamis (5/11/2026), menegaskan pentingnya penyelarasan antara kebijakan pemerintah dengan operasional PLN. Ia menuntut agar setiap program disusun secara realistis dengan perhitungan yang matang.
"Perencanaan harus benar-benar realistis dan dapat dilaksanakan. Setiap penetapan target perlu memperhitungkan kesiapan pendanaan, ketersediaan sumber energi, serta kemampuan teknis di lapangan agar bisa dipertanggungjawabkan ke depannya," tegas Aris.
Fokus Keterjangkauan dan Keterbukaan
Selain menyoroti aspek operasional teknis, Aris juga mengingatkan PLN akan perannya sebagai penyedia layanan publik. Ia mendesak perusahaan setrum negara itu untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan listrik dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat, tanpa mengesampingkan keberlanjutan bisnis korporat.
Aris pun mendorong jajaran direksi PLN untuk tidak sungkan bersikap terbuka mengenai hambatan operasional, kebijakan, ataupun masalah yang memerlukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
"Bappisus mengedepankan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi untuk membantu mengurai persoalan. Jangan sampai hambatan yang sebenarnya bisa diselesaikan lewat koordinasi, justru dibiarkan berlarut-larut hingga mengganggu program strategis," tambahnya.
Transisi Energi Sebagai Prioritas
Menyambut arahan tersebut, Direktur Utama PT PLN (Persero), Suroso Isnandar, memastikan komitmennya. Suroso mengungkapkan bahwa saat ini PLN tengah berada di jalur transformasi bisnis dengan menempatkan keandalan sistem listrik sebagai prioritas mutlak, tanpa mengorbankan keterjangkauan tarif dasar listrik untuk masyarakat.
Terkait isu transisi energi bersih yang digencarkan pemerintah, Suroso menegaskan bahwa PLN terus berupaya menjaga keseimbangan bauran energi. "Kami memastikan transisi menuju energi bersih terus berjalan dengan memperhatikan keseimbangan bauran energi. Upaya mewujudkan kedaulatan energi ini akan tetap sejalan dengan kemampuan dan keterjangkauan biaya bagi masyarakat," pungkas Suroso.
Sinergi antara PLN Group dan Bappisus ini diharapkan mampu menciptakan pengawasan dan pemantauan yang lebih efektif terhadap program-program prioritas Presiden, sekaligus menjawab tantangan dalam mewujudkan ekosistem kelistrikan yang andal dan ramah lingkungan.

0Komentar