JAKARTA — Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon, telah merampungkan dan menyerahkan nama-nama tokoh yang direkomendasikan sebagai calon penerima gelar Pahlawan Nasional tahun 2026 kepada Presiden Prabowo Subianto.
Penyerahan hasil rekomendasi tersebut dilakukan dalam sebuah rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 4 November 2026, yang turut dihadiri oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Fadli Zon menjelaskan bahwa nama-nama yang disodorkan Dewan GTK merupakan hasil seleksi ketat yang melibatkan pengkajian berjenjang dari tingkat daerah hingga pusat. Meski begitu, ia menegaskan bahwa keputusan final sepenuhnya berada di tangan Kepala Negara.
"Penganugerahan gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan ditetapkan secara sah melalui Keputusan Presiden. Dengan demikian, apa yang direkomendasikan oleh Dewan GTK murni sebagai bahan pertimbangan yang komprehensif, sedangkan keputusan akhir tetap berada pada Presiden Republik Indonesia," ungkap Fadli, dikutip pada Jumat (6/11/2026).
Proses Pengkajian Berjenjang
Rekomendasi nama-nama yang diajukan tidaklah instan. Fadli memaparkan, setiap tokoh yang diusulkan telah dinilai secara mendalam terkait riwayat perjuangan, pengabdian, dan jasa-jasanya kepada negara.
Prosesnya dimulai dari akar rumput, di mana Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) di tingkat kabupaten/kota dan provinsi melakukan kajian awal. Hasil dari daerah tersebut kemudian dibawa ke tingkat pusat untuk diverifikasi ulang dan ditelaah kelayakannya oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) di bawah naungan Kementerian Sosial.
Puncaknya, kelayakan para calon dibahas dan dirumuskan secara final melalui sidang Dewan GTK yang dipimpin langsung oleh Fadli Zon, sebelum akhirnya diserahkan ke meja Presiden Prabowo Subianto.
Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 3/TK/2025, Dewan GTK periode 2025–2030 ini diketuai oleh Fadli Zon dengan Wakil Ketua Susanto Zuhdi. Anggota dewan sendiri diisi oleh tokoh-tokoh berkompeten, di antaranya Marsekal TNI (Purn.) Imam Sufaat, Letjen TNI (Purn.) Djamari Chaniago, Agus Mulyana, Nasaruddin Umar, dan Jenderal Polisi (Purn.) Sutarman.
Rencananya, nama-nama yang disetujui Presiden Prabowo akan diumumkan dan dianugerahkan secara resmi bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pahlawan pada 10 November 2026 mendatang.

0Komentar